Langsung ke konten utama

Izinkah Hamba Ya Allah Untuk Kuliah

Image result for perjuangan

“Perubahan Tidak Akan Pernah Terjadi Jika Kita Terus Menunggu Waktu Atau orang Yang Tepat. Kita Adalah Perubahan Itu Sendiri. “
( Barack Obama )


Bismillahirrahamanirrahim.
Assalamualaykum wr.wb teman temanku.

Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan yang maha Esa, Allah SWT.
Nah , kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang kisah perjuanganku ketika aku mulai dari awal masuk SMA dan duduk di kelas 12 hingga aku bisa mencapai target melebihi dari apa yang telah kutuliskan dalam catatan kecilku, semoga cerita ini, dapat bermanfaat bagi temen-temen yang sekarang sedang berjuang ingin mencapai kampus imipian maupun yang masih duduk di bangku SMA ,  hehehe.

Langsung aja deh,cuss....

         Dimulai dari awal aku masuk SMA, aku hanyalah sosok siswa yang amat biasa-biasa saja, tetapi aku sedikit memiliki bekal , apa bekal itu? , yah , sejak SMP aku di didik untuk terus bekerja keras, dan hal itu selalu kutanamkan bukan karena usahaku sendiri melainkan perhatian guru yang menjadi motivasiku untuk maju dan melanjutkan mimpi agar bisa masuk SMA favorit ( Kata orang orang sih ) dikotaku. Dan alhasil UN SMP aku mendapat nilai tertinggi ke 2 di sekolahku ( 36.60 ) dan  berhasil masuk di SMA tersebut. SMADA namanya,  di SMA aku memilih jurusan IPA, entah kenapa aku memilih itu, karena firasat aja sih, karena aku orangnya juga suka ngitung, setelah tes peminatanpun akhirnya aku berhasil masuk jurusan IPA. Disitulah awal perjuanganku dimulai. suatu waktu, ketika aku duduk dibangku kelas 10, rasa minder mulai bermunculan menjadi gejolak hati yang luar biasa, kerana aku merasa dalam kelas itu semua dulunya berasal dari SMP favorit, sedangkan aku hanyalah siswa yang berasal dari SMP  notaben nya Swasta yang  amat sedikit sekali orang mengetahui. Oleh karena itu, aku berusaha menutupi hal itu dengan sifatku yang mudah bergaul dengan orang-orang yang baru aku kenal, tak lama aku sudah mendapatkan banyak teman, dari berbagai macam daerah. Nah disitu aku mulai mencari teman yang cocok dan juga memiliki latar belakang serta semangat untuk berjuang yang sama. Alhamdulillah dalam setiap langkah yang telah aku pijakan, aku berhasil menemukan teman yang aku maksud, dan dia mau menerima kehidupanku yang seadanya. 

          Hari terus berganti, jam terus mengalir dalam rotasi yang sama, singkat cerita, kelas 10 pun telah aku lalui, ketika tepat pada suatu waktu, dimana masa-masa menegangkan dalam kehidupan anak-anak SMA yaitu pengambilan raport oleh wali murid, dalam setiap kegiatan itu, aku selalu tidak menghadiri karena rasa minder dan lain sebagainya itu masih ada dalam diriku. Dan aku juga takut jikalau hal yang menyangkut keuangan ada yang belum lunas baik buku, maupun hal lainnya, oh iya temen-temen, aku termasuk siswa yang dapat dikategorikan dalam ekonomi yang masih kurang beruntung, itulah yang aku rasakan, rasa minder karena belum dapat melunasi administrasi sekolah. Tetapitak lama aku meratapi,  hal itu selalu dapat aku abaikan , saat itu orangtua ku selalu berpesan " jangan pernah memikirkan biaya, Allah sudah mengatur semuanya, tugasmu hanya belajar ", pesan itu selalu aku ingat, dalam setiap langkah selalu aku ingat, dikehidupan ketika aku belajar dikelas, maupun ketika terjun dalam organisasi, oh iya temen temen, ketika kelas 10 aku ikut lumayan banyak lah kegiatan organisasi, mulai dari PMR , MT, maupun kesenian KAWENTAR bahkan olahraga, aku sangat enjoy mengikuti setiap kegiatannya, karena aku orang nya termasuk organisatoris. Dari situ aku ingin beranjak cerita ketika aku duduk di kelas 11.

        Di kelas 11 teman sekelaspun mulai di acak, hingga aku kebingungan harus menemukan lagi teman yang satu visi denganku, tetapi dikelas 11 aku mulai untuk menjadi pemuda yang percaya diri dengan kemampuanku, aku sudah terbiasa menyesuaikan dengan lingkunganku bahkan pernah suatu ketika aku hampir benar-benar tidak fokus dalam study, karena banyak faktor, mulai dari pelajaran yang aku gak suka, maupun pengajarnya yang kurang pas denganku. But, no problem for me, aku tetap menjalani kehidupanku di kelas 11 yang katanya kakak kelasku itu adalah masa masa paling indah di SMA, so, ya aku enjoy aja dalam menjalaninya. Kembali lagi aku ingin menyangkut sedikit organisasiku, amat banyak hal yang aku dapatkan didalam menjalankan roda kepengurusan dalam organisasi, tanpa kita sadari, sebenarnya ketika kita terjun dalam dunia organisasi, kita sudah belajar beberapa aspek kehidupan, pertama, kita dapat belajar tentang kerjasama dalam sebuah team, kedua, hal yang sudah tak asing lagi bagi organisator, yakni memecahkan sebuah permasalahan, masalah adalah makanan setiap hariku kala itu, mulai dari menghadapi perbedaan pendapat, perlombaan, hingga menghadapi atasan di instansi sekolahku. Rasa bosan pasti ada, rasa lelah pasti muncul, tetapi kembali lagi didalam organisasi kita di didik untuk menjadi manusia yang mandiri, dimana kita akan menemukan jati diri kita disitu.

            Berbagai kesibukan dalam berorganisasi bukan berarti aku melupakan akademik, seperti pesan orang tua ku tadi, belajar adalah kewajiban seorang siswa, karena dorongan dan motivasi dari orang tua, berapapun waktu yang tersisa, itu aku gunakan untuk belajar dan istirahat. Kembali lagi aku mengatakan aku hanyalah siswa yang ala kadarnya, ketika teman teman disibukan dengan bimbingan belajar di luar sekolah, aku pun tidak pernah mengikuti les karena keterbatasan biaya, setiap hari aku belajar dengan buku pinjaman dari sekolah, kegiatan belajarku juga tidak terlalu menggebu-gebu, aku juga belajar sesuai waktu yang aku atur, dan tidak berlebihan. Walaupun aku tahu nilai ku juga tidak terlalu bagus, tak jarang aku mendapatkan nilai dibawah rata-rata, tetapi setiap kali aku mendapati hal itu , aku selalu menerima dan amat jarang aku protes terhadap hasil ulangan ataupun tugas yang lain yang berhubungan dengan nilai. Aku acuh tak acuh terhadap nilai yang diberikan oleh guru, walaupun itu jelek, tapi aku percaya ada hikmah dibalik semua itu, semua tetap kujalani dengan tenang, bagai air mengalir dalam luasan samudera, banyak sekali hal menarik yang aku dapatkan ketika duduk di bangku kelas 11, aku mulai banyak mengikuti perlombaan tentang bisnis, baik mulai tingkat kabupaten hingga nasional, dan alhamdulillah tak jarang  Allah memberi kesempatan aku berhsail lolos dan berjuang dalam tingkat nasional, di situlah aku menemukan sosok diriku yang sesungguhnya, dan menjadi  titik balik untuk berjuang lebih keras lagi, karena apa?, aku sangat memahami betul, bahwa mungkin di kota kecilku ini aku bisa masuk dalam SMA favorit, tetapi tidak disitu saja temen-temen, langkah yang sebenarnya jikalau kita memang benar-benar dari SMA yang unggul, pembuktian kita tidak hanya ada dalam lingkup kota kita sendiri, melainkan berjuang menjaga almamater dan juga kota kecil ini dalam kompetisi tingkat Nasional, disitulah nama FAVORIT itu sangat dipertaruhkan, jangan terlalu berbangga diri, mungkin sekarang kita dapat masuk sekolah unggulan, tapi coba tilik lebih jauh lagi, masih banyak diluar sana yang lebih unggul dan kualitas pendidikan yang luar biasa, mental mereka selalu lebih dan lebih daripada kita, oleh karena itu temen-temen, disinilah kita mengetahui sebuah PERAN dari ORGANISASI, yang menjadikan dan mendidik diri ini untuk siap menghadapi kehidupan di luar akademis kita, jangan pernah sekali kali ada dalam hati temen temen, jikalau setiap hal yang kita berikan dalam suatu organisasi hanyalah hal yang sia-sia, cetek banget jika kita memiliki pemikiran yang seperti itui, sekali lagi aku mengatakan tilik lebih jauh lagi dan lebih dalam, layaknya menyelami luasnya lautan, maka engkau akan menemukan keindahan didalamnya.

           Selepas dari hal itu, memang, kehidupan di kelas 11 terasa sangat singkat, mungkin aku merasa duduk dibangku kelas 11 hanya satu sampai dua bulan, entah kenapa hal itu bisa aku rasakan , mungkin memang benar adanya yang dikatakan para kakak kelas, jikalau masa kelas 11 itu masa yang paling menyenangkan, oleh karena itu jadi terasa sangat cepat. Biasanya kan kalau kita melakukan sesuatu dan itu kita suka, seakan akan selesai nya itu cepet banget, dan juga sebaliknya, jika kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, maka kita bakal merasa kalau itu sungguh lama. Hehe.

          Memang takdir yang mengungkap segalanya, usai kelas 11 aku mendapati hal yang amat langka sekali dialami oleh temen-temen, yang bahkan mereka tidak percaya, ya, aku mendapati nilai rapot mata pelajara matematika "C", seketika itu rasanya hati ini ingin mencurahkan segala isi nya kepada seseorang entah kenapa selalu tertahan, berbicara sedikit tentang seseorang, kembali aku akan menceritakan segi buruk diriku yang akan kalian jadikan motivasi di akhir cerita nanti, aku pernah merasakan hal nya virus merah jambu, kala itu ketika aku merasakan gejolak hati yang luar biasa, inginku menahan, tapi apalah daya hawa nafsu telah membelenggu diri ini, enam bulan kujalani rasa itu, dan akhirnya pada suatu saat ada secercah cahaya yang membukakan pintu hatiku untuk melepaskan ikatan haram itu, aku mulai sedikit demi sedikit menghindar dan alhamdulillah dapat memutus ikatan itu, namun apa dampak yang aku rasakan ketika aku berhasil melepas itu ? tentu aku begitu bebas, seakan dunia ada dalam genggamanku hehe, iya aku merasa ketenangan hati ini kembali mengalir, jiwa ini terjaga dengan ikatan iman.

       Akhir kelas 11 dan juga merupakan  pembukaan sebagai lembaran baruku di kehidupan yang baru juga. Yaa !, itulah kehidupan kelas 12 ,yang dikatakan sebagai masa penghujung siswa SMA, dan di masa ini lah banyak juga yang mengatakan, rasa bingung, resah, bahagia, susah, senang, bahagia, sedih akan mencampur menjadi satu. Disitulah aku benar benar mecari jati diri sosok IBNU yang sebenarnya. Mulai awal kelas 12, aku menjadi murid yang berbeda dari sebelum-sebelum nya, aku mulai mencari perbedaan di antara teman-teman ku, karena aku percaya suatu saat, perbedaan itu lah yang membuatku berbeda juga ketika aku menjalani kehidupan di kemudian hari.

     Dalam kelas 12 aku mulai mengikuti organisasi di luar sekolah, yang mana disitu aku di gembleng, di didik untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab, MAL namanya, merupakan singkatan dari Muda Anjuk Ladang, awal nya aku ingin masuk kedalam kehidupan MAL karena hanya sebatas program beasiswa yang tersedia, lumayan bisa meringankan beban orang tua walaupun tidak seberapa tetapi bagiku itu sebuah hal yang istimewa, mulai saat itu juga aku tidak pernah meminta uang saku kepada orang tua, hasil setiap bulan yang diberikan bisa terkumpul untuk mengikuti beberapa tes-tes di kemudian hari. Sedikit bercerita tentang Muda Anjuk Ladang, disitulah tempat aku bersandar bersama teman-teman yang mana mereka memiliki kesamaan visi untuk MEMAJUKAN NGANJUK DI MASA DEPAN, pemikiran-pemikiran hebat berkumpul menjadi satu, aku yang awal nya hanya berniat untuk mencari beasiswa saja dengan memenuhi kewajiban dengan seadanya, hal itu mulai bergeser dengan kemauan yang lebih untuk menimba ilmu disana, yang membuat aku bertahan disana, karena kita didik tidak untuk memikirkan hanya sekedar akdemis saja, pemikiran pemikiran liar yang ada dalam diri  kita di buka semua, dan juga menjadikan selangkah lebih maju dari siswa siswa SMA yang lainnya, ilmu kehidupan yang didapat sangat berarti, tidak untuk sekarang tetapi untuk masa yang akan datang, berulang kali kami dipertemukan dengan orang orang yang SUPER DUPER keren, karena prinsip yang kami pilih adalah, KEMAJUAN seseorang ditentukan oleh 2 hal , yakni mulai dari BUKU apa yang kita baca dan SIAPA orang yang kita temui, Nah disanalah kami mendapatkan 2 hal itu.

         Berulang kali kami menemui sosok yang luar biasa, mulai dari staf kemendikbud RI, Presiden BEM, Mahasiswa Berprestasi, hingga Penulis Buku, dan juga Sosok Keren lainnya. Kenapa kami dipertemukan, karena disitulah kami dapat memahami ilmu-ilmu kehidupan yang tidak kami dapat dalam dunia akademis, pengalaman mereka yang luar biasa selalu mereka curahkan dengan baik, ketika kita dapat membuka lebih lebar pandangan kita terhadap dunia luar diri kita, maka kita dapat mengetahui, masih banyak hal yang belum kita lakukan, dunia masyarakat masih jauh dari pandangan kita, dan juga apa yang sudah kita berikan untuk masyarakat di sekitar kita?, sebagai generasi penerus masa depan bangsa jadilah generasi emas, ibarat berlian dan kerikil, ketika berlian itu dilempar dalam aliran sungai yang amat deras diantara bebatuan yang lain, maka ia akan tetap terlihat berbeda dengan kerikil yang akan hanyut terbawa aliran, dan berlian itulah yang akan menjadi pembeda diantara yang lain, ia akan tetap bersinar menandakan adanya perubahan kehidupan.

       Banyak sekali makna kehidupan yang telah aku dapatkan ketika aku terjun menyelam lebih dalam di Muda Anjuk Ladang, makna sebuah perjuangan, hiruk piuk kehidupan, masalah negara yang sekarang sedang terombang-ambing, disana aku mendapati pelajar itu semua, oleh karena itu, tak ada sesal sedikitpun jikalau diriku ini dikontrak seumur hidup dan mengabdi di MAL untuk bermanfaat terhadap kota Kecil ini ( NGANJUK ). Pada dasarnya perlu berlembar-lembar untuk menceritakan kehidupanku dalam Muda Anjuk Ladang  ( MAL ), tapi disini aku hanya membahas inti dari perubahanku sebelum dan sesudah aku masuk MAL.

     Lingkaran waktu telah banyak dilalui, begitu pula denganku, banyak sekali dampak yang diberikan MAL kepadaku ketika aku berada di bangku kelas 12, terutama makna sebuah perjuangan dan makna kehidupan untuk sedikit memalingkan urusan kita dan membuka kedua mata, mata hati dan juga  mata kepala kita untuk bermanfaat dan memikirkan orang lain. Hal itu benar benar aku terapkan dan aku jadikan sebagai prinsip hidupku, mulai awal kelas 12, aku mengabdikan diriku untuk masjid sekolahku, Masjid Nurul Iman, dalam keseharianku aku selalu menyempatkan untuk kesana dan jarang sekali aku meninggalkan, tak jarang aku menginap di sekolah dan belajar di masjid, membersihkan, dan segala nya apa yang bisa aku berikan maka aku akan berikan untuk masjid itu, karena aku percaya suatu saat Allah akan menolongku.

      Hari-hari kulalui dengan tidur di masjid sekolah, walaupun hanya sedikit yang mengetahui jikalau aku sering tidur di sekolah, wajar, aku tidak pernah memberitahu seorangpun mengenai hal itu, awal nya, banyak sekali hal yang membuatku ragu untuk melakukannya, mungkin karena isu-isu yang pernah di ceritakan oleh beberapa teman, pada akhirnya aku pun tetap membulatkan tekad untuk lebih dan lebih lagi sebagai PEMBEDA di antara teman-teman seperjuanganku, mungkin juga banyak yang mengatakan kalau itu sautu yang ANEH, tetapi apapun yang dikatakan orang lain terhadap diriku, aku selalu mengambil sebuah hikmah dalam setiap perkataan mereka, apapun itu, tetap aku terus melakukannya.

     Setiap malam, aku latihan soal-soal SBMPTN, berapapun yang aku dapat selalu membuatku termotivasi untuk terus mencoba, seringkali aku mendapatkan nilai yang di bawah rata-rata untuk masuk dalam PTN, dalam segi psikis hal itu amat wajar jikalau menjadikan diri seseorang merasa minder, tetapi bukan teruntuk aku, selalu kukembalikan setiap hal yang telah kulakukan hanya kepada Nya serta percaya kepada Allah, karena kenapa sahabatku? Allah mengetahui apa yang kita BUTUHKAN bukan apa yang kita INGINKAN, selalu belajarlah dalam setiap menghadapi kepahitan dalam hidup maka kita akan merasakan suatu hal yang MANIS dalam hidup ini.

     Sahabatku, banyak sekali rintangan setiap kali aku melakukan suatu yang dapat membuat perbedaan antara diriku pribadi dengan teman temanku, dikala SMA, aku tidak pernah merasakan yang namanya bimbingan belajar ( les ) , kadang aku merasa amat minder, bahkan pernah merasa kalau aku TAKUT ketika lulus aku tidak dapat melanjutkan kuliah karena kemampuanku yang amat biasa-biasa saja dan juga dari segi ekonomi yang masih kurang, tetapi tak jarang  aku harus memutar balikkan pikiran, banyak teman-teman yang selalu memotivasi, kembali dalam Muda Anjuk Ladang, ini salah satu alasanku untuk tetap membulatkan tekad melanjutkan jenjang pendidikan, disana kami memiliki satu visi, untuk bermanfaat kepada setiap insan, nah dari situlah benakku bergumam untuk terus bermanfaat, entah itu dalam segi materi walaupun aku sendiri  masih dikatang kurang, entah juga dari ilmu, entah itu dari pengabdian, semua itu aku lakukan hingga tiba saatnya waktu menjelang tes untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri, Alhamdulillah Allah selalu menolongku dalam keadaan yang tepat, aku diberi kesempatan untuk dapat daftar jaringan BIDIKMISI, disitulah ada kesempatan dan aku manfaatkan sebaik mungkin. Ketika kelas 12, aku merupakan siswa yang termasuk TIDAK DAPAT mendaftar melalui jalur Raport alias tidak masuk 50% dalam urutan Ranking di sekolah, entah itu ujian atau apalah tetapi aku tetap optimis dengan tujuan yang ingin kuraih, disaat pengumuman 50% , ketika teman-teman merasakan kegalauan nya, tetapi itu TIDAK teruntuk diriku, karena sebelum pengumuman itu aku sudah mempersiapkan belajar untuk jalur TES masuk PTN, walaupun dengan fasilitas sederhana tanpa Les, hanya dengan 1 buku yang aku beli, aku pelajari berulang berulang, banyak try out yang aku ikuti, dan hasilnya mungkin masih di bawah teman-temanku, hal itu bukan aku jadikan sebagai ratapan nasib, hanya saja sebagai acuan diri untuk terus bekerja keras, karena aku percaya bahwa sukses atau berhasil itu yang menentukan 90% adalah Proses mereka untuk meraih cita cita itu, sedangkan 10% nya bagaimana mereka menghadapi saat hari – H itu tiba.

     Disela sela kesibukan belajar, aku juga menyempatkan diri untuk berjualan, iya, aku jualan stiker yang berlabel tulisan SMA ku, SMADA, alhamdulillah, banyak dari teman-teman yang menyukai itu, bahkan hingga adek kelas juga membelinya, setiap ada peluang pasti aku ambil untuk berjualan stiker, tentunya aku tidak sendirian dalam jualan ini, aku berdua bersama partnerku, Zamrudi namanya, dia bagian editor, dan aku bagian pemasaran, dan alhamdulillah hasil nya lumayan, bisa sedikit untuk membantu biaya TES masuk PTN, aku tidak pernah malu untuk berjualan, jualan ini tetep aku lakukan hingga sekarang, hanya saja yang dijual berbeda, dikarenakan belum punya bisnis yang pasti, tetapi aku percaya suatu saat nanti aku pasti bisa punya bisnis sendiri, dan ini merupakan salah satu dari mimpi besarku.

     Memang tak lama duduk di kelas 12, akhirnya UN pun tiba, kala itu bulan April ( lupa tanggalnya ), entah apa yang aku rasakan, karena aku tidak mempersiapkan dengan matang untuk masalah UN, karena tujuan akhirku belajar di waktu SMA untuk SBMPTN, dan hasilnya pun alhamdulillah masih dapat rata-rata nialai 7, dengan NUN 28,5. Setelah itu, aku pun mendaftarkan diri melalui SEMUA jalur TES ( bukan raport ), karena aku tidak terjaring dalam 50%, ku daftari mulai dari UTUL UGM, USM STAN, PMDKPN PENS, UMPN, SBMPTN, dan juga MANDIRI BIDIKMISI UNAIR. Hingga tiba saat nya tes yang pertama kali aku jalani adalah USM STAN waktu itu kira kira 1 atau 2 minggu setelah UN, dengan persiapan seadanya aku mengikuti ujian itu, dalam perjalanan aku tidak sendirian, aku berjuang bersama teman teman seperjuangan dalam organisasi yang sama yaitu Majelis Ta'lim ada juga 1 orang yang bukan dari Majelis Ta'lim, berangkat dari Nganjuk kami mengendari sepeda motor menuju Kediri, lalu kami parkirkan di dekat Jembatan Brantas, lantas kami menunggu Bus untuk berangkat menuju Malang, dalam bus pun beberapa dari kami tidak mendapatkan tempat duduk karena melihat ada ibuk-ibuk yang lebih layak mendapatkan tempat itu daripada kami, kembali terfikir dalam benak untuk bermanfaat kepada orang lain, dalam setiap langkah kami, kami berdoa untuk diberikan yang terbaik, tiba di Malang, kira kira H-1 sebelum ujian, dan kami pun tidak mendapatkan tempat untuk berteduh selain meneduhkan diri dan hati untuk berada di MASJID, dan Allah Maha Baik, disitulah kami dipertemukan banyak teman dari berbagai daerah yang mereka sama- sama sedang berjuang. 

    Singkat cerita keesokan harinya aku berjuang untuk mengerjakan soal dan kembali lagi rasa minderku kembali muncul karena itu pengalaman pertamaku tes dengan ratusan ribu siswa di Indonesia, setelah tes pun aku jadikan hal itu pelajaran untuk Tes-Tes di kemudian hari, kami kembali pulang dengan kereta, hingga tiba di kediri, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju jembatan brantas, entah apa yang kami fikirkan saat itu, tetapi kami menilai kala itu tercipta kebersamaan yang luar biasa, langkah demi langkah kami lalui, ditengah perjalanan kami membuka G-MAP, dan ternyata tidak kami sangka, jarak yang harus kami tempuh amat jauh, di saat itu pula kami tertawa bersama, karena memutuskan sebuah hal gila dengan menempuh jalan kaki, dengan guyuran gerimis kami pun melanjutkan langkah hingga tiba kami di jembatan brantas pukul 09.00 WIB, kami  juga sempat  berteduh dikala mendengar suara adzan untuk melakukan ibadah kami sebagai ummat Muslim. Jarak satu minggu pengumuman Tes Tahap 1, dan alhasil aku belum lolos di STAN, mungkin memang belum merupakan rejeki. 

     Perjalanan panjang ku lalui di kota orang, mengejar mimpi untuk dapat mengenyam pendidikan lebih tinggi, hingga pada akhirnya datanglah hari yang menentukan apakah aku dapat melanjutkan pendidikan atau justru menjadi pengangguran dirumah, tepat 16 Mei 2017 kemarin aku melaksanakan ujian SBMPTN, sebelum itu ketika berangkat ujian pun, alhamdulillah Allah masih sayang kepadaku, dengan di beri kenikmatan bisa berangkat bareng teman sehingga tidak perlu mengeluarkan untuk biaya transportasi, oh iya aku ujian SBMPTN di ITS, kampus yang selama ini aku idam-idam kan, ketika ujian pun tak sedikit godaan yang mengganggu dalam fikiranku, mulai dari rasa pesimis, jawabanku yang sedikit, ketika aku menoleh untuk melihat temanku, mereka rata rata menjawabnnya dengan penuh, tak lama aku berfikir, aku meneguhkan hati kembali untuk tetap percaya pada diri sendiri. selesai mengerjakan aku kembali untuk berisitirahat menenangkan fikiran, di Surabaya aku menginap di kontrakan kakak kelas, tak lama beristirahat, kemudian ku buka gadget sambil membuka grup, ternyata muncul kabar jikalau kunci jawaban SBMPTN sudah keluar, ketika semua peserta mungkin sibuk untuk mencocokan jawaban , lagi-lagi aku melakukan hal yang berbeda, aku tidak pernah membuka itu, segala hasil aku serahkan kepada sang Pencipta, ibarat aku hanyalah seorang wayang Nya.

     Kemudian jarak satu atau dua minggu setelah SBMPTN, aku mengikuti Tes UMPN ( Ujian Masuk Politeknik Negeri ), disitu aku menempatkan pilihan untuk masuk di PENS, yang mana pilihan pertama dan kedua aku sedikit memahami yaitu Elektro Industri, pilihan ketiga agak sedikit ngawur, aku memilih MMB ( Multimedia Broadcasting ). disitu ketika aku melakukan input, tak menyangka ketika melihat persyaratan aku harus melakukan tes keterampilan karena aku memilih MMB, disitulah kembali aku persiapan sebelum tes hanya 1 hari saja, aku meminta bantuan dan tanya-tanya tentang trik menggambar, karena jujur aku belum bakat untuk menggambar, H-1 aku sibukan dengan menggambar bukannya malah belajar soal-soal. ketika hari-H pun aku hanya bisa berdoa dan kujalani tes semaksimal mungkin. dan ketika gambar pun yang awal nya aku mengira jika bakal disuruh untuk menggambar sendiri tanpa contoh, tetapi lagi-lagi Allah menolongku, ternyata tes itu disuruh untuk menggambar dan sudah ada contoh nya, Rasa syukur selalu ku haturkan kepadamu Ya Rabb.

     Masih teringat dalam benakku, aku melaksanakan Tes UMPN hari sabtu dan setelah menjalani tes, aku pun harus berangkat ke jogja untuk mengikuti tes UTUL UGM, dengan segala apa yang aku bawa, aku ke jogja naik bus, berangkat ke terminal, lagi-lagi aku di antar oleh orangtua temanku, dan juga entah kenapa aku dibekali beberapa kue dan susu, dan aku belum mengetahui kapan sesuatu itu akan bermanfaat, akhirnya sampai di Jogja hari Minggu pagi jam 04.00 WIB, istirahat sebentar, dilanjutkan dengan sholat subuh, dan di pagi harinya jam 06.00 WIB aku harus mencari tempat ujianku, hal itu benar-benar membuat diriku sempat merasakan Drop, dan pada saat itu aku mulai pesimis jikalau UTUL ini aku tidak akan lulus, tes UTUL ada 3 tahap, yakni TPA, TKD, Tes Bahasa. sebenernya hampir sama dengan SBMPTN, entah kenapa aku merasa kalau soal UTUL lebih sulit, sedangkan teman-temanku banyak yang mengatakan lebih mudah, selesai Tahap 1 TKD, aku mulai pusing dan hilang fokus, teringat kembali dengan bekal yang diberikan orangtua temanku akhirnya itupun aku makan, dan alhamdulillah bisa kembali fokus, aku baru menyadari bekal yang diberikan kepadaku merupakan pertolongan Allah, dan aku semakin faham Allah mengetahui hal apa yang kita butuhkan, selanjutnya aku berusaha untuk menyelesaikan tes tahap 2 dan 3. Pada akhirnya UTUL pun selesai.

     Singkat cerita, aku telah menyelesaikan segala beban perjalananku dalam kehidupan SMA, beberapa ujian telah aku lewati, banyak halangan yang menjadikan diri ini enggan untuk melanjutkan perjuangan, tetapi semua itu berhasil ku lalui oleh semangat dan keinginanku untuk berjuang lebih keras lagi, tiba waktunya satu per satu pengumuman lulus ujian masuk PTN akan di umumkan, dalam hatiku bergumam, apakah aku sudah siap menerima hasil yang akan di berikan?, walaupun itu hasil nya menyakitkan, aku kembali menguatkan hati agar siap menerima apapun yang akan terjadi, waktu itu tiba waktu ashar hasil SBMPTN sudah ada, aku memutuskan untuk melihat hasil setelah sholat, entah apa yang aku rasakan, menunggu iqamah sejenak aku membuka gadget dan ada pesan dari salah satu temanku yang mengatakan " selamat, awakmu lolos SBMPTN ", kemudian aku bertanya " awakmu ruh ko ndi ?." dia menjawab " ndelok beritane CNN ". membaca pesan yang dia sampaikan kepadaku, sampai-sampai hatiku berdebar dan tidak menyangka, padahal aku sendiri belum membuka, aku hanya bisa bersyukur, menjelang iqamah hati ku mengatakan, " kayak nya aku ditrima di UNEJ ", padahal kampus yang selama ini menjadi idamanku adalah ITS, dan alhasil setelah sholat ashar, aku membuka pengumuman SBMPTN dengan memasukkan nomor peserta, dan firasatku benar, alhamdulillah aku berhasil lolos SBMPTN UNEJ jurusan Teknik Elektro. pada awalnya hatiku masih menginginkan ITS yang menerimaku, tetapi aku percaya, Allah lebih mengetahui daripada hamba Nya.

     Hari berganti hari, masih berjalan seperti biasanya burung-burung pun berkicau bersama keceriaan sinar mentari, sejenak aku me-refresh otak untuk main-main dan berkunjung ke SMA, berulang kali aku melakukan itu, pada suatu ketika aku berkunjung di sekolah pada jam malam, aku mendapati pesan dari temanku " UMPN sudah pengumuman ", hati ku pun berdesir kembali, buru-buru aku mencari koneksi dan menenangkan hati untuk menyiapkan kembali agar dapat menerima hasil yang telah kuperjuangkan, entah apapun itu hasilnya, aku harus siap menerimanya, nomor peserta kumasukkan dalam WEB UMPN PENS, disitulah aku menemui warna hijau kembali mendapatiku, aku pun bahagia, aku diterima di PENS, jurusan Multimedia Broadcasting, yang mana awalnya ketika dulu aku mengikuti tes keterampilan menggambar aku pesimis, tetapi malah justru aku di terima di dalam jurusan itu, lagi-lagi Allah berkendak lain, dan itulah rencana indah Nya. :)

     Satu minggu setelah pengumuman UMPN, aku pun berencana untuk main ke Surabaya, bersama teman-teman yang aku kenal pada saat aku mengikuti lomba di ITS, dan alhamdulillah hingga masa kelas 12 berakhir kami masih berteman akrab, Ayla, Jul, Noka, dan Geby namanya, kami dipertemukan dalam perlombaan yang sama , MANIFEST ITS, dalam kebersamaan kami, banyak pengalaman yang aku dapatkan, kami saling bertukar fikiran, saling menceritakan keadaan dari SMA kita masing-masing, oh iya aku kasih tahu sekalian, Jul, Noka, sama Ayla dari SMA yang sama di Surabaya, SMAN 6 Surabaya,  Geby dari SMAN 1 Sidoarjo, sedangkan aku yang paling nyleneh, dari SMA 2 Nganjuk, pada daasarnya, kami menyimpulkan bahwa sekolah dimanapun sebenenya sama saja, ada plus dan minus nya, hanya saja yang membedakan adalah, kita mau atau tidak untuk dituntut bergerak lebih maju, selangkah lebih dulu daripada teman-teman kita. Seharian kami mengelilingi Surabaya, hingga menjelang sore pun akhirnya kami pulang ke tempat masing-masing, sebelum pulang Jul berpesan "jangan lupa buka pengumuman UTUL nanti jam 22.00 WIB", hampir saja aku lupa akan hal itu, gegara hal itu, dalam perjalanan menuju Nganjuk, pikiranku penuh dengan UGM, apakah aku bakal diterima, alhasil sesampai di Nganjuk tepat pukul 22.30 WIB, aku membersihkan diri, dan yang  kulakukan pertama kali adalah menanyakan apakah Jul temanku di terima atau tidak. dia pun menjawab "Alhamdulillah aku diterima di D3 informatika". aku pun merasa minder apalagi ketika dia tanya balik ke aku, "gimana kamu ?". bergegas aku pun membuka dan memasukkan nomor peserta, di situpun aku benar-benar kaget, aku diterima di UGM jurusan D3 Teknik Mesin, aku pun mengabari hal yang sama kepada temanku Jul, kami sama-sama di terima. sedikit cerita Ayla temanku sekarang kuliah di UNDIP PWK, Geby kuliah di PNJ, Noka di UNAIR, dan juga Jul alhasil berhasil masuk STAN Bea Cukai. sukses terus kawan.. :)

     Alhamdulillah dalam benak kuucapkan, betapa besar nikmat yang Allah berikan kepadaku, sudah 3 PTN yang menerimaku, dan yang paling membuatku bahagia, Senyum lebar yang muncul dalam wajah binar sosok yang sangat berharga buatku, OrangTua, yah, karena Do'a merekalah aku berhasil mendapatkan semua itu, orangtuaku tidak pernah memaksakanku untuk masuk sana ataupun masuk situ, Alhamdulillah mereka percaya kepadaku, aku tidak pernah mengikuti les sekalipun, kegiatan yang aku lakukan hanya sekedar membuat kelompok belajar, bersama merekalah aku mencari ilmu. Segalanya aku dapatkan, mulai dari ilmu akademis maupun ilmu kehidupan, dan mereka semua lah teman yang sebenar-benarnya teman, yang selalu ada di saat kita susah maupun senang, selalu men- suport dalam keadaan apapun. Suatu saat ada temanku yang memberitahu ada pendaftaran Mandiri UNAIR dan dia menyarankanku untuk daftar di UNAIR, awalnya aku takut, karena aku memandang UNAIR kampus elite dimana mahasiswanya berduit, tetapi dia kembali menguatkanku, ada jalur mandiri bidikmisi disana, dan aku pun akhirnya mendaftarkan diri di UNAIR, pilihan pertama Kedokteran Hewan, kedua Teknologi indsutrri perikanan kalau ndak salah, pendaftaran disitu hanya menggunakan nilai SBM yang sudah ada, jadi tidak perlu untuk mengikuti tes lagi, dan aku pun menginput nomor peserta SBMPTN ku. Beberapa hari kemudian, lagi lagi menjelang pengumuman, ada salah satu temanku yang mengatakan "awakmu  paling gak di terima nde FKH". Ucapan itulah yang membuatku semakin yakin kalau aku bisa membuktikan, dan akhirnya keesokan harinya di waktu Subuh menjelang aku membuka pengumuman tersebut, dan jreng jreng, alhamdulillah, hasilnya begitu mengagumkan, aku pun berteriak sekencang mungkin dan memanggil ibuku, jikalau aku kembali di terima di FKH UNAIR, sempat syok atau apalah, kembali lagi , begitu besar nikmat Allah yang diberikan kepadaku.

Pada akhirnya di akhir kelas 12, aku adalah sosok siswa yang biasa-biasa saja, tanpa gelar apapun di masa SMA, les pun  tidak pernah, tetapi berhasil melewati semua ujian masuk PTN , dan mendapatkan tempat terbanyak diantara teman-temanku yang lain.






            Pada dasarnnya, kesimpulan yang ingin kusampaikan kepada kalian semua, jangan pernah kita merasa minder atau bahkan kita merasa tidak pantas untuk melanjutkan mewujudkan mimpi yang ingin kita capai. optimis kepada keadaan kalian, mungkin ada diantara kita yang kurang beruntung dalam segi ekonomi, tenang, masih banyak jalan untuk meraih mimpi kalian, Allah selalu melihat USAHA yang kita berikan, jangan pernah kalian meratapi hal yang mungkin itu adalah yang paling buruk yang pernah kalian alami, tetapi ambillah setiap hikmah yang ada di dalamnya, perbanyak berbuat baik, dan ini yang paling penting, jangan pernah takut nilai kalian jelek ketika ingin bermanfaat untuk orang lain, karena ketika kita mengurusi orang lain, urusan kita sudah diatur oleh Allah.


Alhamdulillah, dalam tulisan  ini, mohon maaf apabila ada salah kata ataupun tulisan, saya tidak ada niat sedikitpun untuk menyinggung pihak-pihak tertentu. Terimakasih kepada semua sahabatku dan siapapun yang telah menyempatkan membaca sedikit pengalaman yang pernah kujalani dalam perjuangan untuk mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri, percayalah..!! Tidak ada hal yang SIA SIA dalam setiap Usaha yang kita lakukan.

sekian, dan semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum wr.wb

saudaramu ( Ibnu )







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengetuk Pintu Hati

Mau Memperbaiki Diri sudah siapkah kita merasakan suatu hal yang maha dahsyat?, sudah siapkah kita menerima ujian hidup dikemudian hari? sudahkah kita menjadikan diri ini menjadi lebih baik dari sebelumnya? dan sudahkah kita menggunakan waktu kita dengan benar? atau justru sebaliknya kita menggunakan kesempatan hidup ini untuk hal yang amat jauh dari yang namanya kebaikan. wahai saudaraku , semoga kita senantiasa dalam lindungan Nya, karena hanya dengan rahmat Nya lah kita bisa melakukan segala aktivitas kehidupan sehari-hari kita. lalu untuk mensyukuri hal yang diberikan Allah kepada kita, apa yang harus  lakukan ?? perljukah kita bersyukur? atau justru kita lebih memilih untuk diam, menjalani kehidupan dengan santai tanpa memikirkan sebab akibat ataupun hal lainnya, sungguh tiada arti hidup ini, banyak dikalangan insan saat ini yang salah memiliki prinsip hidup, kehidupan yang amat jauh dari yang namanya aqidah, banyak sekelompok pemuda dan pemudi khususnya yang...

MENULIS YANG BAIK

MENULIS YANG BAIK bagaimana cara kita menentukan ide untuk memulai tulisan yang akan kita sampaikan kepada pembaca? tentunya banyak cara yang kita miliki untuk mengeluarkan gagasan atau ide untuk kita memulai tulisan kita. sesuai fitrah nya juga kan yang namanya manusia diberikan kelebihan oleh Sang Pencipta berupa akal fikiran yakni yang kita gunakan untuk berfikir sehingga kita dipaksa untuk memiliki pemikiran yang kreatif. lalu apabila dalam menulis kita mengalami suatu kebuntuan mengenai ide yang akan kita tuliskan, ada beberapa tips nih buat temen-temen supaya gak terlalu sepaneng dalam menulis 1. hentikan penulisan sejenak 2. keluar ambil nafas dalam-dalam 3. membaca buku buku yang sesuai dengan apa yang ingin kita tulis 4. melihat pemandangan sekitar 5. meminta pendapat teman terdekat nah itu temen-temen sedikit tips ketika kita dalam keadaan buntu ketika menuliskan sebuah ide atau karangan yang akan kita sampaikan, lalu dalam menulis itu sendiri tentunya kita juga h...