![]() |
| "jadilah manusia yang mulia di sisi Nya dengan ketaqwaanmu dan rasa CINTA mu kepada Allah". |
“CINTA Yang HAQ”
Assalamau'alayykum wr.wb. temen-temen.
Mungkin
sebagian besar banyak orang yang sudah mengetahui apa itu arti CINTA?, dan
darimana CINTA itu berasal? Ya sebagian kita sudah mengetahui itu, tapi banyak
dari diri kita yang tidak menyadari bahwa hakikat CINTA yang sebenarnya itu
seperti apa?.
Temen-temen,
berbicara masalah hakikat cinta, sebenarnya saya juga kurang tau tentang ini,
tetapi disini akan saya jelaskan sesuai pandangan saya yang insha Allah dapat
kita ambil hikmahnya di akhir nanti.
cinta yang sebenarnya adalah dimana terjalinnya
rasa kasih sayang yang didasari atas rasa tunduk dan ta’at kepada Allah. Banyak
diantara kita yang belum faham tentang arti cinta yang sebenarnya, sebagian
besar kita hanya menuruti apa kata hati kita, gejolak yang membara mematikan
hati kita sehingga kita melupakan Allah yang sebagai dasar rasa CINTA itu ada.
Cinta itu ibarat
pohon, yaitu terjalinnya batang pohon dengan muka bumi ini yang di ikat oleh
akar yang merupakan pengikat yang sah antara keduanya, perlu adanya pemikiran
yang luas untuk memahami ini, tetapi bagaimanapun juga kita harus mengerti hal
tersebut secara menyeluruh, kalau kata orang bukan hanya bungkusnya aja tetapi
juga isinya, sama hal nya dengan CINTA jangan hanya kita memikirkan nikmat
luarnya saja, tetapi banyak hal yang harus kita isi di dalamnya ketika kita
sudah mengarungi luasnya samudera CINTA.
Terdapat
banyak sekali yang kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari para pemuda
pemudi khususnya kesana kemari berboncengan, bahkan berdua-dua-an di tempat
yang sepi, mereka tidak memperdulikan masa depan mereka, karena hati mereka
yang pada dasarnya suci telah terbelenggu oleh nafsu yang amat keji, mereka
mengikuti nafsu mereka, bahkan banyak hingga saat ini pemuda pemudi khususnya
di indonesia negara kita tercinta ini yang mereka hamil di luar nikah,
naudzubillah. Lalu mau kita apakan masa depan kita jika kita sudah seperti ini?
NIKAH kah?, atau bahkan BEKERJA? , tentu hal itu sangat sulit bagi kita.
Oh iya, bagi
saudariku, sungguh kalian permata hati yang selama ini di idam-idam kan oleh
jodohmu yang masih berada dalam lindungan Allah, maka dari itu kesucian dirimu
hendaklah kau jaga, dan kau juga saudaraku jagalah dirimu hingga diri ini bisa
menggapai fitrah nya, jangan kau nodai dirimu dengan suatu hal yang keji, dan
jika diantara kita sudah mampu untuk melakukan nya dan diantara kedua nya takut
akan melakukan perbuatan zina, maka wajiblah hukum kita untuk menikah.
Ayat Alquran yang melarang kita mendekati Zina, MENARIK untuk diperhatikan, mengapa Tuhan menggunakan istilah: Wala taqrabu al-zina’ (Janganlah kalian mendekati zina) (QS al-Isra’/17:32)? Mengapa tidak dikatakan: “Jangan melakukan zina” (wa la taf’alu al-zina)? Tentu dengan mudah difahami bahwa mendekati saja tidak boleh, apalagi melakukannya.
Hei kau para
laki-laki, engkau adalah seorang PEMIMPIN, pemimpin diri sendiri, pemimpin
keluarga dan pemimpin ummat, maka jadikanlah dirimu mejadi bermanfaat serta
mulia terutama dalam keluargamu sendiri, siramilah isteri mu dengan segala
perilaku yang baik, berperilaku mulia lah kepadanya, karena ia bagaikan kaca
yang berdebu, jika terlalu lembut ketika kita membersihkannya maka kaca itu
akan mudah kotor dan ternoda, tetapi juga sebaliknya jika kita terlalu keras
membersihkannya, maka kaca itu aka mudah retak dan pecah, ia bagai permata
keindahan sentuhlah hatinya dengan kelembutan, ia sehalus sutera di awan, maka
dari itu JAGALAH hati nya dengan “Kesabaran”.
Begitulah kiasan hati seorang perempuan, dari kiasa itu terdapat
perintah agar kau para lelaki, pergaulilah isterimu kelak dengan lemah lembut,
tetapi jangan kau terlalu memanjakannya karena ia kaca yang berdebu.
Temen-temen
ada suatu hal yang mungkin ini amat sangat sederhana, tetapi kita banyak
melalaikan akan hal ini, cinta bukanlah masalah perasaan kita terhadap
seseorang saja, tetapi ada yang menjadi lebih dasar dari hal ini, yakni cinta
kita terhadap Allah dan Rasul, banyak sekali diantara kita yang melalaikan hal
ini karena terbelenggu nafsu dunia, sungguh kita termasuk orang yang merugi
temen-temen.
Cinta kepada
Allah dan Rasul, merupakan hal yang wajib kita utamakan selaku hamba Nya dan
kaum dari Rasulullah SAW, sudahkah kita memberikan segalanya atas cinta kita
kepada Allah dan rasul? Sudahkah kita berjuang untuk cinta yang kekal ini?
Sudahkah kita berjihad untuk memperjuagkan cinta ini?, wahai saudara/i ku
utamakanlah Allah maka Allah akan mengutamakan kita
Jika Allah
saja tidak kita utamakan bagaimana kita mendapat ridha Nya ketika kita mencitai
cipataan Nya, kalau kata orang yang berilmu, “ Rayu dulu Penciptanya, lalu
orang tuanya baru anaknya “. Lah dengan hal itu, apakah kita sudah berusaha
merayu Sang Khaliq?.
Cintailah
Allah dan Rasul Nya diatas segalanya, fa Insya Allah dalam keseharian kita akan
diberkahi oleh rahmat Nya, dan percayalah gunakan akal dan hati nurani kita,
renungkan sejenak bahwasannya kekuasaan, hikmah, ilmu, keagungan, keindahan dan
kesempurnaan Alla, amat sangat jauh dari cacat dan kekurangan, lalu apakah kita
masih ragu akan hal ini? Sungguh kita termasuk orang-orang yang amat keras hati
kita jika dalam diri ini masih terdapat suatu keraguan terhadapNya.
Banyak
kenikmatan yang kita dapatkan ketika kita menjadikan Allah dan Rasul berada di
tempat tertinggi dalam hati kita, misalnya
2. Terhindar dari perbuatan zina
3. Mendapatkan kekuatan hati yang lebih
4. Hidup kita selalu diberkahi karena dengan mengutamakan Nya niscaya Allah juga akan mengutamakan kita.
5. Dan masih banyak lagi tentunya.
Lalu apalagi
yang kita ragukan terhadapNya?, dengan menempatkan rasa CINTA kita kepada Allah
menjadikan diri kita selalu termotivasi untuk meningkatkan kapasitas keimanan
kita, hati yang lurus akan membuat kita bergerak dalam jalan kebenaran serta
berjuang untuk membuat diri kita lebih bermanfaat untuk orang lain.
CINTA yang haq
di dasari dengan suatu keimanan yang membuat kita dapat menempatkan CINTA itu
pada jalan Allah. Di jalan Allah kita ukirkan jejak jejak CINTA itu untuk berdakwah, taburkan kasih
sayang terhadap sesama ummat muslim, karena pada hakikatnya satu muslim dengan
muslim lainnya ibarat satu tubuh, ketika sebagian tubuh merasa sakit ataupun
terluka, maka sebagian yang akan merasakan jua.
Benih cinta
yang timbul dalam diri dapat membuat kita terlena akan segala hal apabilla kita
salah dalam menempatkan hal itu, oleh karena itu hendaknya kita tanamkan pada
diri kita masing-masing rasa tawadhu’ kepada Allah, pasrah akan segala keputusan
yang telah Ia tetapkan, percaya dan yakin bahwa yang namanya jodoh tidak akan
pernah tertukar . hehehe.
Seseorang bertemu
di jalan Allah dengan fitrah yang ada dalam diri kita selaku orang orang yang
beriman adalah biasa disebut dengan jodoh
hakiki. Dimana dalam jalan dakwah membela agama Nya, Allah memberikan kita permata
hati yang insha Allah dapat mengisi kekosongan hati ini yang dipenuhi dengan
perjuangan dakwah. Jodoh itu bagaikan saraf dan alat gerak, jika tidak ada
salah satu diantaranya maka tidak akan pernah ada fungsi yang di timbulkan,
sama hal nya dengan jodoh yang diciptakan untuk saling melengkapi.
Wahai sahabatku,
hendaklah kita menempatkan cinta kita dengan benar sehingga Allah meridhai
setiap jalan cerita cinta kita yang hakiki, Demi Allah.!!, Allah tidak akan
pernah salah menempatkan amanah(jodoh) pada pundak pundak yang salah, jadi
jangan terlalu di fikir keras ya temen-temen, yuk kita berdakwah terlebih
dahulu, berjuang di jalan Allah niscaya Allah memberkahi hidup kita, dan
tentunya jodoh dan cinta yang haq akan datang dengan sendirinya pada suatu saat
nanti, serahkan semuanya pada Allah.
Makasih banyak
teme-temen, sudah meluangkan sedikit waktu untuk membaca artikel tentang cinta
ini, semoga kalian selalu berada dalam lindunganNya, dan jangan lupa SHARE dan
COMENT nya ya sehingga artikel ini dapat mengalir kebermanfaatannya Aamiiin :).
wassalamu'alaykum wr.wb

Komentar
Posting Komentar