Langsung ke konten utama

MILENIAL BERAKHLAK MULIA, KENAPA TIDAK?

26 Maret 2019
Kajian : Ust. Marzuki Imran

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


MILENIAL BERAKHLAK MULIA
Kenapa TIDAK?


Menjadi Pemuda Mulia


Ada kurma, rasanya pisang
abis dimakan, eh ternyata bukan
udah lama, tidak berbincang
kudoakan, banyak keselamatan

cuss..

Assalamu'alaykum Sobat.

   Di era sekarang ini, yang mana kehidupan banyak sekali dipengaruhi oleh system digital yang mana hal tersebut sangat mempermudah hubungan bermasyarakat dalam segala aspek kehidupan, ketika seseorang menginginkan untuk membeli barang, maka gadget pun saat ini sangat membantu melalui startup jual beli barang, ketika lapar, saat ini sudah di sediakan fitur Go Food yang mana tentunya ini sangat mempermudah semua orang untuk membeli makanan karena tidak banyak membuang tenaga untuk keluar rumah. Namun dengan kemudahan ini semua, apakah yang terjadi pada pemuda kita saat ini? bertambah baik atau justru lebih buruk ?. 

   Yaa, wahai sahabat surgaku, kita dapat mengetahui banyak sekali kita ketahui, dunia digital yang seharusnya dapat mempermudah kita dalam segala aspek kehidupan, namun justru banyak pemuda saat ini yang lalai akan kemudahan itu, sikap acuh tak acuh tak dapat dipungkiri telah tumbuh dalam diri kita, ego masing masing yang di tinggikan hingga kita lupa akan AKHLAK sebagai seorang pemuda itu seperti apa. Memang tak dapat dipungkiri kita semua memiliki urusan masing-masing, namun segala urusan yang kita lakukan tidak akan lepas dari yang namanya akhlak. Saat ini banyak pemuda kita yang kehilangan akhlaknya, mari mencoba merenungi wahai sahabatku, dari hal terkecil yang sudah disebutkan diatas, contoh saja ketika bapak-bapak gojek yang telah mengantar makanan kepada kita, apakah kita sudah menyisakan sedikit waktu untuk menatap wajah dan eluh keringatnya lalu mengucap terimakasih?, belum lagi kalau beliau kehujanan, mungkin juga ketika dalam perantauan ketika kita membeli tiket kepada pak kondektur, apakah kita sudah menyempatkan sedikit waktu untuk mengucapkan terimakasih?, dan semoga saja sudah. Namun mungkin  masih banyak juga dari kita yang melupakan hal itu, bahkan hal tersebut adalah hanya segelintir hal kecil dari hal hal besar lainnya. 

   Sobat, kita saat ini tinggal di Indonesia, yang mana negara ini memiliki sejarah yang amat Panjang, memerlukan berjuta tetesan darah untuk memerdekakannya, namun apakah kita rela, kita yang di elu elukan menjadi generasi PENERUS PERJUANGAN BANGSA, justru bangsa ini hancur karena pemudanya sendiri yang tidak memiliki moral dan budi pekerti ( Akhlak ). Yang Indonesia butuhkan saat ini adalah bukan orang-orang pintar, tetapi orang-orang yang ber AKHLAK, pemuda yang memiliki moral dan juga budi pekerti yang baik. 

   Sebagai ummat muslim, kita semua tentu mengetahui bahwa sebaik baik manusia adalah Rasulullah SAW, dan sebaik baik akhlak adalah akhlak Rasulullah SAW. Tentunya ini patut kita jadikan sebagai suri tauladan kita, yang mana dalam segala aspek kehidupan Rasulullah SAW dipenuhi dengan perjuangan dan juga akhlak yang mulia. Sedikit contoh akhlak terpuji yang paling mudah dan seharusnya kita dapat menirukannya adalah sebagai berikut :

 1. Mudah Tersenyum
Dalam menjalani kehidupan, baik ketika berdakwah di masyarakat maupun keluarga, Rasulullah SAW tidak pernah menampakkan wajah muram, beliau murah senyum kepada siapapun, bahkan dengan orang-orang yang menentang dakwah nya. Karena senyum sendiri merupakan suatu nilai ibadah.


2. Mudah Memaafkan
Rasulullah SAW adalah orang yang paling mudah memaafkan, bahkan ketika beliau berdakwah, sempat dilempari dengan kotora, di caci maki, di ludahi, namun apakah beliau pernah membalas sedikitpun perbuatan keji itu? TIDAK sama sekali saudaraku, Rasulullah selalu memaafkannya. Karena memaafkan adalah salah satu ciri dari orang orang yang bertakwa.


3. Mudah Mendoakan
Rasulullah SAW tidak pernah mendoakan ummat nya suatu hal yang buruk, bahkan sebelum ajal menjemput beliau, beliau meminta kepada Allah bahwa supaya ummatnya tidak diberi rasa sakit dalam menerima sakaratul maut, cukup beliau yang merasakan hal itu. Begitu muliah Rasulullah SAW, bahkan di penghujung usianya masih sempat memikirkan dan mendoakan ummatnya, semoga kita menjadi salah satu yang mendapatkan syafa'at nya kelak di akhirat, Aamiin.


Ketiga hal diatas, merupakan sebagian kecil dari akhlak akhlak terpuji yang dimiliki oleh Rasulullah SAW, namun hal tersebut merupakan contoh termudah yang sudah seharusnya kita dapat mencontohnya untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari dalam menjaga akhlak kita. 

Untuk menegakkan akhlak yang baik memang dipenuhi oleh tantangan, dan justru tantangan itu datangnya dari diri kita sendiri yaitu hawa nafsu kita, terkadang kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, belum tentu itu akan berbalas dengan sebuah kebaikan juga, dan kadangkala disitu hati kita mulai bergejolak untuk timbul rasa NGRASANI, namun ketika gejolak hati ini dapat kita kontrol untuk menjadi konsumsi diri kita sendiri dan tidak di umbar dalam bentuk amalan yang buruk, hal tersebut belum termasuk dalam kategori DOSA. Oleh karena itu hal terbaik yang dapat kita lakukan ketika kebaikan kita tidak dibalas dengan sebuah kebaikan juga, yaitu kita hanya cukup dengan diam dan berdoa,  karena orang yang paling selamat adalah orang orang yang pandai menjaga mulutnya, jika tidak bias berkata yang baik, maka lebih baik DIAM. 

APAKAH RASULULLAH PERNAH MARAH?

Rasulullah SAW pernah marah, wajar bawasannya beliau juga manusia yang tak luput dari godaan hawa nafsu, namun apakah marah beliau sama dengan marah kita? tentu sangat berbeda. Ada sedikit kisah ketika Rasulullah SAW marah kepada istrinya Aisyah R.A . 

Diriwiyatkan dalam sebuah kisah bahwa Rasulullah pernah ada perasaan marah kepada Aisyah (istri Rasulullah) akibat terus menerus cemburu pada Khadijah (istri pertama Rasulullah yang pada waktu itu telah meninggal dunia), kemudian beliau berkata dan memerintahkan kepada Aisyah “Tutuplah matamu”. Maka Aisyah pun menutup matanya. Ketika dalam posisi tersebut beliau mendekat dan memeluk Aisyah sambil berkata “Ya Humaira ku, marahku telah pergi setelah aku memelukmu”.(HR Muslim).

Begitu mulia AKHLAK Rasulullah dalam memperlakukan isterinya walaupun dalam keadaan marah. Memeluk dan memaafkan adalah cara marah Rasulullah kepada isterinya Aisyah r.a. Lalu yang menjadi pertanyaannya? apakah kita sebagai pemuda saat ini sudah mencontoh akhlak beliau?, bahkan mungkin kebanyakan dari kita saat ini, masih saja ketika dihadapkan dengan perbedaan pendapat sedikit saja, sudah adu mulut, cekcok sana sini, saling pukul, dimana akhlak mulia kita yang sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW?

BAGAIMANA CARA HATI UNTUK MUDAH MEMAAFKAN ?

Tentu dengan menjaganya, sesungguhnya yang membuat hati kita sakit atau kotor adalah seringkali kita menolak kenyataan yang terjadi pada dirikita, kita menolak kenyataan perbedaan yang ada, dan kenyataan lainnya selalu kita tolak. Oleh karena itu untuk menjadikan hari kita bersih dan mudah untuk dapat memaafkan sesama yakni dengan menanmkan sikap NRIMAN ( menerima apa adanya ), percaya kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT lebih tahu daripada kita.

Sobat Surgaku, akhlak yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW,  sudah seharusnya kita jadikan panutan untuk kita dapat menjalani kehidupan ini, dengan Akhlak, maka tatanan kehidupan akan menjadi lebih baik dan juga menjadi lebih tenteram, tidak ada perpecahan antar ummat, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa ketika PEMUDA saat ini dapat mencontoh akhlak yang sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW jauh sebelum kita lahir di dunia ini, maka Insya Allah negara kita Indonesia ini dapat menjadi negara yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghofuur, Aamiin. 

Jazakallahu khairaan katsiir 

Wassalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakaatuh :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Izinkah Hamba Ya Allah Untuk Kuliah

“Perubahan Tidak Akan Pernah Terjadi Jika Kita Terus Menunggu Waktu Atau orang Yang Tepat. Kita Adalah Perubahan Itu Sendiri. “ ( Barack Obama ) Bismillahirrahamanirrahim. Assalamualaykum wr.wb teman temanku. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan yang maha Esa, Allah SWT. Nah , kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang kisah perjuanganku ketika aku mulai dari awal masuk SMA dan duduk di kelas 12 hingga aku bisa mencapai target melebihi dari apa yang telah kutuliskan dalam catatan kecilku, semoga cerita ini, dapat bermanfaat bagi temen-temen yang sekarang sedang berjuang ingin mencapai kampus imipian maupun yang masih duduk di bangku SMA ,  hehehe. Langsung aja deh,cuss....          Dimulai dari awal aku masuk SMA, aku hanyalah sosok siswa yang amat biasa-biasa saja, tetapi aku sedikit memiliki bekal , apa bekal itu? , yah , sejak SMP aku di didik untuk terus bekerja keras, dan hal itu selalu kutanamkan bukan karena usahaku se...

Mengetuk Pintu Hati

Mau Memperbaiki Diri sudah siapkah kita merasakan suatu hal yang maha dahsyat?, sudah siapkah kita menerima ujian hidup dikemudian hari? sudahkah kita menjadikan diri ini menjadi lebih baik dari sebelumnya? dan sudahkah kita menggunakan waktu kita dengan benar? atau justru sebaliknya kita menggunakan kesempatan hidup ini untuk hal yang amat jauh dari yang namanya kebaikan. wahai saudaraku , semoga kita senantiasa dalam lindungan Nya, karena hanya dengan rahmat Nya lah kita bisa melakukan segala aktivitas kehidupan sehari-hari kita. lalu untuk mensyukuri hal yang diberikan Allah kepada kita, apa yang harus  lakukan ?? perljukah kita bersyukur? atau justru kita lebih memilih untuk diam, menjalani kehidupan dengan santai tanpa memikirkan sebab akibat ataupun hal lainnya, sungguh tiada arti hidup ini, banyak dikalangan insan saat ini yang salah memiliki prinsip hidup, kehidupan yang amat jauh dari yang namanya aqidah, banyak sekelompok pemuda dan pemudi khususnya yang...

MENULIS YANG BAIK

MENULIS YANG BAIK bagaimana cara kita menentukan ide untuk memulai tulisan yang akan kita sampaikan kepada pembaca? tentunya banyak cara yang kita miliki untuk mengeluarkan gagasan atau ide untuk kita memulai tulisan kita. sesuai fitrah nya juga kan yang namanya manusia diberikan kelebihan oleh Sang Pencipta berupa akal fikiran yakni yang kita gunakan untuk berfikir sehingga kita dipaksa untuk memiliki pemikiran yang kreatif. lalu apabila dalam menulis kita mengalami suatu kebuntuan mengenai ide yang akan kita tuliskan, ada beberapa tips nih buat temen-temen supaya gak terlalu sepaneng dalam menulis 1. hentikan penulisan sejenak 2. keluar ambil nafas dalam-dalam 3. membaca buku buku yang sesuai dengan apa yang ingin kita tulis 4. melihat pemandangan sekitar 5. meminta pendapat teman terdekat nah itu temen-temen sedikit tips ketika kita dalam keadaan buntu ketika menuliskan sebuah ide atau karangan yang akan kita sampaikan, lalu dalam menulis itu sendiri tentunya kita juga h...